Kamis, 08 Desember 2011

Resensi Buku: Surat Kecil Untuk Tuhan



a.      Identitas Buku
Judul buku     : Surat Kecil Untuk Tuhan (perjuangan Gita Sesa Wanda Cantika melawan kanker ganas)
Pengarang      : Agnes Davonar 
Jenis buku      : Novel
Kategori         : True story
Penerbit          : Inandra Publisher, Jakarta
Cetakan          : ke-8
Tahun             : 2008
Tebal buku    : x + 232 halaman

b.      Sinopsis
Surat kecil untuk Tuhan adalah sebuah buku yang diangkat dari kisah nyata perjuangan hidup seorang gadis remaja Indonesia  yang bernama Gita Sesa Wanda Cantika atau biasa dipanggil Keke dalam melawan kanker ganas. Keke adalah seorang gadis cantik, pintar, ceria dan ramah. Ia divonis mengalami kanker jaringan lunak atau rabdomiosarkoma saat ia berumur 13 tahun (kelas VII SMP). Penyakit tersebut baru pertama kali terjadi di Indonesia. Kanker itu tumbuh, menyerang wajahnya dan membuat wajahnya yang cantik berubah menjadi mengerikan. Dokter terbaik di Indonesia pun  mengatakan kalau hidup Keke tidak akan lama lagi.
Mendengar vonis tersebut ayah Keke, Pak Joddy, tidak menyerah. Ia harus berjuang sendirian agar  Keke dapat lepas dari vonis kematian. Berjuang sendirian karena ia telah bercerai dengan istrinya atau ibunya Keke, sehingga Keke tidak didampingi ibundanya disaat ia berusaha melawan penyakit ganas tersebut. Sang ayah tak mengenal lelah untuk menyelamatkan hidup putrinya, sampai-sampai ia jatuh sakit dan dirawat karena memikirkan kelangsungan hidup Keke. Ayah Keke, pak Iyus (supir keluarga), kak Chika dan kak Kiki (kedua kakak kandung Keke) selalu ada disamping Keke saat Keke membutuhkan mereka. Mereka selalu memberikan support untuk Keke agar tetap semangat dan berharap Keke akan sehat seperti semula.
Keke anak yang kuat dan tegar. Ia selalu memaksa untuk pergi ke sekolah untuk menimba ilmu, padahal keadaannya sangat buruk. Semangatnya untuk belajar mengalahkan rasa sakit yang dideritanya. Terbukti bahwa ia selalu berprestasi dan mendapat peringkat ke-3 dikelasnya saat itu.
Tetesan darah dari hidungnya terus keluar disaat yang tak diduga-duga, bahkan saat ia tertidur. Sel kanker yang berasal dari bagian kepala kini menjalar ke seluruh tubuh. Berbagai macam cara pengobatan terus dilakukan, dari mulai pengobatan tradisional sampai dengan pengobatan di rumah sakit modern. Tapi usaha tersebut sia-sia, karena kanker stadium akhir tersebut memiliki daya tahan yang kuat sehingga kemungkinan kecil untuk sembuh.  Keke menyadari bahwa hidupnya tidak akan lama lagi, kemudian ia menulis surat kecil untuk Tuhan.

c.       Ulasan
Buku ini ditulis oleh penulis online, Agnes dan Davonar, peraih penghargaan penulis online terbaik se-Asia-Pasifik dan penulis dari blog terbaik se-Indonesia. Mereka adalah sepasang adik-kakak yang mempunyai hobby menulis. Buku ini diambil dari kisah nyata seorang gadis pengidap kanker jaringan lunak.  Awalnya penulis hanya mempublikasikan novel ini lewat dunia maya. Tetapi karena yang menyukai novel ini mencapai lebih dari 350.000 pembaca, maka novel ini pun dicetak dan menjadi best seller sampai cetakan ke-8. Buku ini dicetak oleh Inandra Publisher di Jakarta pada tahun 2008. Dengan tebal buku 232 halaman ditambah dan 10 halaman pembantu. Buku ini terjual lebih dari 30.000 eksemplar dalam waktu dua bulan dan diterbitkan di Taiwan lalu mencetak sukses yang sama. Begitu larisnya novel ini di pasaran sehingga menginspirasi Skylar Pictures untuk mewujudkan pesan dan perjuangan Keke tersebut kepada dunia lewat layar lebar. Filmnya telah diputar, pada tanggal 15 Februari 2011 yang bertepatan dengan hari kanker anak sedunia.
Novel ini ditulis untuk mengenang perjuangan almarhumah Gita Sesa Wanda Cantika sebelum kanker ganas membuatnya pergi untuk selama-lamanya. Perjuangan yang begitu mengharukan, membuat kita sadar arti sebuah pengorbanan,  persahabatan dan semangat hidup.
Bahasa yang digunakan dalam novel tersebut komunikatif dan mudah dipahami. Dengan demikian pembaca bisa menikmati cerita tanpa harus berfikir keras. Sudut pandang yang digunakan dalam cerita ini adalah tokoh utama pelaku utama yaitu Keke. Pemilihan sudut pandang orang pertama ini bagus, karena pembaca bisa merasakan dan membayangkan apa saja yang tokoh utama rasakan selama penyakit itu tumbuh. Alur yang digunakan dalam cerita ini adalah alur maju atau progresif. Alur progresif biasanya lebih mudah untuk dipahami oleh pembaca.

Keunggulan dari novel tersebut antara lain :
1.      Berasal dari kisah nyata,
2.      Menyisipkan beberapa terjemahan ayat suci Al-Quran sebagai pedoman sikap tokoh dalam cerita,
3.      Penggambaran yang cukup jelas sehingga membuat pembaca paham, Memberikan motivasi kepada pembaca agar tetap semangat untuk hidup,
4.      Mengajarkan sebuah ketegaran dalam menjalani ujian dari yang Maha Kuasa,
5.      Disertai isi surat terakhir dari tokoh utama, Keke,
6.      Disertai dengan foto-foto almarhumah saat masih hidup,
7.      Disertai kutipan kecil dari orang-orang terdekat Keke.
Buku tersebut sudah mendekati sempurna menurut saya. Namun, dimana ada kelebihan disitu ada kekurangan. Sedangkan kekurangan dari novel tersebut diantaranya masih terdapat banyak kesalahan dalam penulisan huruf dan tanda baca.

d.      Kritik dan saran
Saya meyarankan kepada penulis untuk menyunting beberapa kalimat dari novel tersebut yang sekiranya kurang tepat dan tidak mentaati kaidah penulisan. Saya menyarankan pula kepada anda untuk membaca dan membeli novel tersebut, karena ceritanya sungguh luar biasa, mengandung amanat dan pelajaran yang berharga. Buku ini layak untuk dibaca oleh berbagai kalangan dan layak untuk diangkat menjadi film layar lebar. Hasil penjualan novel ini akan disumbangkan kepada kerabat kita yang kurang mampu. Berarti jika anda membeli dan membaca novel tersebut, anda akan mendapat dua manfaat, mendapat pelajaran yang berharga sekaligus beramal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon kritik dan saran untuk perbaikan artikel atau blog.